Dasar Hukum
Dasar Hukum:
1. PP No.72 Tahun 2016.
2. Permen BUMN No.Per-1/MBU/03/2023.
BUMN dapat menerima Penugasan Khusus (Penugasan) dari Pemerintah Pusat dalam rangka penyelenggaraan:
1. Fungsi kemanfaatan umum.
2. Riset dan inovasi.
● Penugasan tsb dilakukan dengan tetap memperhatikan maksud dan tujuan, kegiatan usaha serta mempertimbangkan kemampuan BUMN.
Bagaimana bila Penugasan tidak Feasible??
Maka BUMN harus diberikan kompensasi.
Bagaimana internal corporate approval nya??
BUMN tsb harus dapat persetujuan RUPS/Menteri BUMN.
Ada 4 tahapan pelaksanaan Penugasan:
1. Perencanaan.
2. Penetapan.
3. Pelaksanaan.
4. Pelaporan.
PERENCANAAN
● BUMN menyusun perencanaan pelaksanaan Penugasan.
● Perencanaan tsb minimal memuat kajian aspek teknis, hukum, komersial dan aspek keuangan termasuk sumber pendanaan.
● Perencanaan tsb akan dikaji dan disepakati bersama oleh BUMNN penerima Penugasan, Menteri BUMN, Menkeu dan menteri teknis atau pemberi Penugasan.
● Penugasan harus dicantumkan dalam RJP dan RKAP.
● Pencantuman di RJP dilakukan hanya bila Penugasan tsb mempengaruhi sasaran dan strategi BUMN jangka panjang.
● BUMN penerima Penugasan harus membuat 2 (dua) RKAP terpisah (RKAP Penugasan dan RKAP pencapaian sasaran usaha Perusahaan).
PENETAPAN
Penugasan dapat ditetapkan dalam bentuk:
1. Peraturan Pemerintah;
2. Peraturan Presiden; atau
3. Peraturan/Keputusan menteri pemberi Penugasan.
PELAKSANAAN.
Dalam pelaksanaan Penugasan, BUMN dapat bekerja sama dengan:
1. BUMN lain;
2. Badan usaha Swasta;
3. BUMD;
4. Koperasi;
5. Lembaga Penelitian & Pengembangan;
6. Lembaga pengkajian & penerapan; dan
n/atau
7. Perguruan tinggi.
● BUMN harus melakukan pembukuan terpisah (Pembukuan Penugasan dan Pembukaan pencapaian sasaran usaha Perusahaan).
PELAPORAN
● Laporan Penugasan kepada Menkeu, menteri teknis dan Menteri BUMN dan Pemberi Penugasan secara berkala 1 kali dalam setahun atau sewaktu-waktu bila diperlukan.
LAIN-LAIN
● BUMN dapat memberlakukan Permen ini kepada Anak Perusahaan.
● Bagi BUMN yg tidak semua sahamnya dimiliki Negara, Permen ini diberlakukan:
a). Secara langsung oleh Direksi; atau
b). Melalui pengukuhan dalam RUPS BUMN bersangkutan.
● Bagi Perseroan Terbuka, Permen ini diberlakukan:
a). Secara langsung oleh Direksi; atau
b). Melalui pengukuhan dalam RUPS Perseroan terbuka bersangkutan.
Komentar
Posting Komentar